Minggu, 13 April 2014

Tips


Cara Merawat Sepatu Converse




Cara Merawat Sepatu Converse – Tentu anda sudah hafal dengan sepatu dengan sebuah logo bintang dan biasanya disertai tulisan “All Star”. Sepatu ini sudah sangat di kenal di berbagai komunitas. Jika tidak mempunyai sepatu ini bahkan dicap “tidak gaul.” Yak, sepatu Converse jawabannya. Seaptu ini memang memiliki berbagai macam keunggulan dan juga keunikan tersendiri. Salah satunya keunggulan dalam hal warna yang sangat bervariasi dan juga cerah serta sporty.

Cara Merawat Sepatu Converse
Cara Merawat Sepatu Converse
Dan tentunya buat kalian yang punya Sepatu Converse ini, pasti ingin tahu dan juga mengerti bagaimana agar warna dari sepatu convers kalian tidak luntur dan juga tetap awet.  Ada beberapa cara untuk merawat dan juga mencuci Sepatu Converse ini agar awet dan tidak mudah luntur :
-          Cuci menggunakan sunlight atau sabun cuci
Pasti ada yang sedikit heran dan juga kaget ketika mendengar nama detergen sunlight ?! Tidak perlu heran. Pasalnya sunlight memang bisa membuat warna sepatu Converse anda tidak mudah luntur dan juga makin awet. Caranya cukup simpel dan mudah untuk dipraktekkan. Gunakan sabun seperti Sunlight atau bisa juga Mama Lemon dan juga merk lainnya untuk membersihkan sepatu anda. Dan jangan sikat terlalu keras. Sikat biasanya saja untuk membuat sepatu lebih awet.
-          Cuci menggunakan shampo
Cara lain adalah dengan menggunakan shampo. Tidak ada merk khusus. Gunakan shampo anda sehari-hari juga bisa. Cara mencucinya juga sangat mudah. Sama halnya dengan cara diatas kala menggunakan sunlight atau sabun cuci. Disarankan 1sachet shampo yang ukuran kecil atau sekitar 250 – 500 ml untuk 1 pasang sepatu Converse anda. Dan sikatnya pun perlahan dan jangan terlalu keras.
-          Gunakan Tisu Basah atau Kering
Setelah anda mencuci, keringkan sepatu anda. Dan gunakan tisu basah dan juga kering untuk  mengeringkan sepatu anda.  Ketika anda menjemur sepatu Converse anda, baru anda tempelkan tisunya. Diusahakan semua tisu tersebut menutupi sepatu anda ketika di jemur.
-          Hindari dari Sinar matahari
Jangan langsung dijemur di sinar matahari secara langsung. Usahakan jemur di tempat yang kering dan jauh dari jangkauan sinar matahari langsung.
-          Jangan gunakan mesin cuci
Ketika mencuci sepatu jangan gunakan mesin cuci yang bisa membuat warna serta permukaan sepatu anda menjadi kusam dan juga kasar.
-          Pakai Baking Soda
Saat sepatu anda disimpan di lemari atau rak, taburkan baking soda atau soda kue di dalam sepatu anda untuk mencegah bau. Dan bersihkan di keesokan harinya.
-          Simpan sepatu yang bersih dan rapi
Jika sepatu anda sudah selesai digunakan, simpan di tempat yang bersih dan rapi serta tidak lembab. Jika tidak ingin digunakan dalam jangka waktu lama, gunakan silica gel di dalam bungkus sepatu tersebut

Jumat, 11 April 2014


Penemuan Baru Diagnosa Malaria Dengan Permen Karet!



Ada cara baru yang mudah dan murah untuk mendiagnosa penyakit malaria, yaitu dengan mengunyah permen karet. Dengan bantuan dana dari yayasan milik bos Microsoft Bill Gates, Bill and Melinda Gates Foundation, Andrew Fung dan timnya di University of California,Los Angeles mengembangkan Maliva, metode baru untuk mendeteksi Malaria dengan permen karet. "Dimana pun Anda menjual permen, Anda bisa menjual dan memanfaatkan permen karet ini" ucap Fung seperti dikutip dari Discovery News, Minggu (27/12/2009).

Orang yang terinfeksi malaria menunjukkan berbagai gejala seperti demam panas, menggigil, muntah, kekurangan energi, bahkan kejang-kejang setelah enam sampai 14 hari terkena gigitan nyamuk Anopheles betina. Untuk mendiagnosa malaria, para ilmuwan mengambil sampel darah dan mengujinya menggunakan mikroskop, mencari sel yang terinfeksi parasit malaria. Sel yang terinfeksi tersebut ditandai dengan warna yang lebih gelap dari sel darah merah normal. Di beberapa daerah yang belum memiliki fasilitas mikroskop atau staf ahli berpengalaman, umumnya para dokter menggunakan tes antigen. Dengan tes ini, setetes darah bisa mendeteksi keberadaan beberapa molekul yang dibuat parasit malaria dan dilepaskan ke dalam darah manusia. Sayangnya metode ini kurang efektif digunakan di daerah yang penduduknya tidak cukup mampu untuk membayar tes antigen atau menganggap darah merupakan hal yang tabu.

Dunia medis pun kemudian memperkenalkan metode bernama Maliva, yaitu mendeteksi malaria melalui air liur yang menempel pada permen karet. Ketika seseorang mengunyah permen karet, air liur mengandung molekul yang diproduksi parasit malaria, masuk ke mulut. Partikel nano magnetik dengan antibodi kemudian akan menempel ke molekul. Setelah beberapa menit, permen karet akan dibuang dan ditempatkan pada strip kertas. Nanopartikel yang terikat pada protein malaria, akan menujukkan garis tipis. Apabila tidak ada garis, berarti orang tersebut tidak terkena malaria. "Menggunakan air liur dan bukan jarum suntik yang menyakitkan, akan menjadi tren dunia media dalam beberapa tahun ke depan, termasuk untuk mendeteksi penyakit lain selain malaria," kata Fung optimistis.